Langsung ke konten utama

Naskah Dialog "ANAK KAMPUNG MASUK KOTA"

Siapa sangka, tugas sederhana dari masa SMP masih tersimpan hingga hari ini Skrip ini adalah salah satu tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia ketika kami diminta untuk membuat naskah dan memerankan tokoh dalam sebuah cerita Mungkin saat itu kami hanya menganggapnya sebagai tugas sekolah biasa Namun, jika dikenang kembali, ada banyak pengalaman dan cerita kecil yang layak untuk diabadikan Mohon dimaklumi tata cara penulisannya yah soalnya saat itu kami masih SMP dan wajar lah  kami masih belajar menulis

Berikut ini adalah naskah Dialog:

Anak Kampung Masuk Kota

Pada suatu hari kelas Ratna kedatangan siswa baru yang bernama Wa Abe Dia baru saja datang dari kampung dan ingin sekali sekolah dan tau bagaimana keadaan di Kota Ibu guru pun menyuruh Wa Abe untuk memperkenalkan dirinya

Ibu Guru : "Assalamualaikum, anak-anak duduk yang tenang Pagi ini kita kedatangan siswa baru" (dengan muka senang kepada muridnya)"

Ratna :  Apa Bu, siswa baru ? cowok atau cewek Bu (dengan suara agak keras)

Karena Ratna bertanya dengan suara keras secara tiba-tiba seluruh siswa meneriaki Ratna

Semua Siswa : Huhhhhhhhh!!!!!!!! (semua siswa menoleh ke Ratna)

 Ibu Guru  : Sudah Sudah!!!! Jangan ribut, semuanya tenang, ayo kamu masuk (sambil memanggil anak murid baru tadi)

Wa Abe :"Baik Bu!!! (Sambil membawa tasnya)

Ibu Guru : Nah ini dia,,,, sambil memegang pundak Wa Abe, saya tinggal tidak jauh dari sekolah Ada pertanyaan?

Ratna : Ada Kamu itu ke sekolah udah mandi atau belum sih? (bertanya kepada Wa Abe)

Ibu Guru : Ratna kenapa kamu bertanya begitu marah kepada Ratna, Ya sudah kamu duduk disamping Ratna (menyuruh Wa Abe duduk disamping Ratna)

Ratna : Whaattt ??? (dengan suara keras tetapi ratna menerima Wa Abe duduk disampingnya)

Ibu Guru : Iya menjawab pertanyaan Ratna, ya sudah kerjakan MATEMATIKA No 1–10 Hal 613 kalau belum selesai jadikan tugas di rumah (menyuruh siswanya mengerjakan tugas)

Mereka pun mengerjakan tugas yang diberi Ibu Guru, tetapi tidak lama kemudian bel pulang berbunyi dengan keras (kringggg...kringggg....kringgg) .Wa Abe pun bingung dan berteriak

Wa Abe : Ina... ina... ina...! Kebakaran, kebakaran!!!!!!!!!!!! (dengan wajah yang panik sambil memanggil nama Ina)

 Nina : Eitssss, Abe loh kenapa lari-lari gitu kayak orang gila saja (dengan wajah bingung melihat Wa Abe)

Wa Abe : Bukan kebakaran kah,!!!! (bertanya kepada salah seorang temannya dengan wajah kebingungan)

Nina : Bukan itu toh bunyi bel sekolah yang pertanda bahwa kita sudah pulang miii, ko tau mi toh (sambil menjelaskan kepada Wa Abe)

Wa Abe : Oooooo, baru sa tau, karena di kampung ku tidak ada begituan (Wa Abe mulai diam dan menjelaskan kepada temannya tentang bel sekolah yang berbunyi)

Saskia : Heii Abe, kampung loh di mana sih??? (bertanya kepada Wa Abe)

Wa Abe : Kampungku di daerah yang paling, terpencil sekali Cuma ada lampu kaleng, ubi dengan ikan kering!!! (menjelaskan kepada teman-temannya)

Saskia : Berarti tidak ada listrik dan makanan-makanan seperti pizza atau spageti???? (menebak perkataan Wa Abe)

Wa Abe : Apa itu pizza dan spageti ??? (bertanya kepada Saskia dengan wajah yang bingung)

Saskia : Astaga!!!! Ko tidak tahu pizza dan spageti!!!! Kampungannya mii kamu Abe (dengan wajah yang heran kepada Wa Abe)

Nina : Oh Abe, sebentar ko ikut saja kita ke restoran nah !!!! (mengajak Wa Abe)

Saskia : Mendingan sekarang mi kita pergi!!!! (mengajak Nina dan Wa Abe)

Nina : Tunggu, kita panggil Ratna dulu, nanti dia marah!!! (mengajak Saskia untuk memanggil Ratna)

Saskia : Tuh dia Ratna!!! Ratna, Ratna, Ratna!!!! (memanggil Ratna dengan suara agak keras)

Ratna : Kenapa!!! (menjawab teriakan dengan wajah kebingungan)

Saskia : Kita pergi makan ke restoran yukkk!!!! (mengajak Ratna)

Ratna : Kenapa nggak bilang dari tadi, gue udah lapar nih, yuk kita pergi!!!! (menerima ajakan Saskia)

Nina : Abe, sinikoh!!!! (memanggil Wa Abe)

Ratna : Ngapain loh panggil anak kampungan itu!!!! (bentak Ratna)

Nina : Diakan, akan ikut kita ke restoran!!!! (jawab Nina)

Ratna : Apa!!!! Kalau dia ikut gue nggak ada selera makan!!!! jawab Ratna dengan suara agak keras

 Saskia : Rat,!!!!, loh nggak boleh gitu kasihan dia, dia kan anak kampung, sekali-kali kita ajak dia ke restoran supaya dia nggak kampungan lagi menceramahi Ratna

Ratna : Baiklah kali ini boleh tapi lain kali nggak boleh!!!! akhirnya Ratna menerima ajakan Saskia dan Nina yang sebelumnya mengajak Wa Abe

Saskia : Iya, iya (menjawab perkataan Ratna)

Mereka pun menunggu angkot yang lewat di depan sekolahnya Angkotnya pun datang, mereka melambaikan-lambaikan tangannya dan Wa Abe mengikuti mereka Ratna, Saskia, dan Nina naik ke mobil angkot itu, kecuali Wa Abe karena sebelum dia naik ke mobil angkot itu, dia membuka sepatunya terlebih dahulu

Ratna : Pete-pete!!!!! (sambil melambaikan tangannya)

Wa Abe : Pete-pete!!!! (membantu Ratna memanggil mobil angkot tersebut dengan suara agak keras)

Saskia Itu mobilnya!!!! Ayo kita naik!!!! (sambil menunjuk mobil angkot dan menaiki mobil tersebut)

Ratna : Kenapa kamu membuka sepatumu!!!! (bertanya kepada Wa Abe)

Nina : Abe!!!! Ini kan mobil umum jadi sebaiknya kamu memakai sepatumu kembali!!!! (pinta Nina kepada Wa Abe)

Akhirnya Wa Abe memakai kembali sepatu yang dilepasnya tadi Di perjalanan Wa Abe melihat tiang listrik dan berkata

Wa Abe : Besarnya itu tiang jemuran, baru sa lihat!!!! (sambil menunjuk tiang listrik tersebut)

Ratna : Mana, mana, mana!!!! dengan wajah penasaran

Wa Abe : Itu sana he!!!! Masa ko tidak lihat!!!! pinta Wa Abe kepada Ratna

Saskia : Abe!!!! Itu namanya tiang listrik!!!! (jawab Saskia)

Ratna : Ihhhhhhh!!!! Masa tiang listrik dibilang tiang jemuran!!!! (jawab sedikit agak tertawa)

Nina : Ratna!!!! Sebaiknya kita maklumi saja!!!! jawab Nina sedikit agak pelan

Mereka pun tiba di restoran dan langsung memesan beberapa makanan dan minuman

Ratna : Pelayan!!!! Saya pesan spaghetti dan jus jeruk!!!! (pinta Ratna)

Saskia : Kalau saya!!! Jus jeruk aja!!!! Gue kan lagi diet!!!! (pinta Saskia kepada pelayan tersebut)

Nina : Kalau saya nasi goreng spesial dan jus alpukat yah, Mbak, kalau kamu Abe!!!! pinta Nina kepada Wa Abe

Wa Abe : Biasa!!!! Ubi dan ikan kering sambil memukul meja dengan keras

Saskia : Maaf, Mbak, dia pesan jus jambu dan nasi goreng!!!! (pinta Saskia kepada pelayan tersebut

Ratna : Loh bikin malu-malu aja Wa Abe!!!! (jawab Ratna)

Nina : Kalian jangan marah-marahin dia terus!!!! Kasihan kan!!!! (membela Wa Abe)

Ratna : Loh ko belain dia sih !!!!! marah kepada Nina yang membela Wa Abe

Nina : Bukan gitu, dia kan juga manusia, sebaiknya kalian meminta maaf, karena apa salah dia!!!! (jawab Nina)

Ratna : Iya deh gue yang salah, Abe, gue minta maaf yahhh!!!! (pinta Ratna kepada Wa Abe)

Saskia Sama gue mau minta maaf juga!!!! (pertanyaan yang sama dengan Ratna)

Wa Abe Iya beta memaafkan kalian!!!! Kita kan teman (jawab Wa Abe)

Ratna Makasih ya Abe!!!! (jawab Ratna)

Saskia Makasih juga Abe!!!! (jawab Saskia)

Wa Abe Sama-sama!!!! (jawab Wa Abe dengan perasaan yang senang)

Mereka pun menjadi akur selamanya dan belajar bagaimana harus menghargai seseorang bila baru mengenal daerahnya

TAMAT / SELESAI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 Pesan Inspiratif dari Guru untuk Murid: Menumbuhkan Semangat Belajar dan Karakter Positif

Guru memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk masa depan generasi penerus bangsa. Selain mentransfer ilmu pengetahuan, guru juga memberikan arahan dan motivasi yang sangat berharga. Pesan-pesan yang disampaikan oleh guru tidak hanya berfokus pada materi pelajaran, tetapi juga mencakup pembentukan karakter dan sikap positif dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa pesan inspiratif yang dapat memberikan motivasi dan arahan kepada para murid agar terus berkembang, baik dalam hal akademik maupun dalam hal pribadi. 1. Jangan Pernah Takut Gagal Pesan pertama yang penting adalah mengajarkan murid untuk tidak takut gagal. Gagal bukanlah akhir dari segalanya, tetapi sebuah pelajaran yang dapat membawa kita lebih dekat pada kesuksesan. "Gagal adalah bagian dari proses belajar. Setiap kegagalan mengajarkan kita bagaimana cara untuk lebih baik lagi. Jangan takut gagal, karena dari kegagalan kita bisa menemukan cara yang lebih tepat untuk meraih tujuan." 2. Proses Lebi...

Contoh Dokumen Sumber Internal dan Eksternal Dalam Akuntansi

          Transaksi-transaksi yang terjadi dalam suatu perusahaan tentunya akan dicatat dan dibuatkan laporan keuangan. Transaksi tersebut pastinya mempunyai bukti fisik berupa sumber internal maupun sumber eksternal. Berikut ini adalah contoh dokumen sumber dalam akuntansi yang terdiri dari sumber internal atau dokumen yang berasal dari internal perusahaan dan sumber eksternal atau dokumen yang berasal dari luar perusahaan. Sehingga, dengan adanya bukti transaksi ini merupakan hal penting untuk membuat catatan dan laporan keuangan suatu perusahaan bisnis. Dokumen Sumber Internal 1. Bukti Kas masuk Bukti kas Masuk adalah tanda bukti bahwa perusahaan sudah menerima uang secara cash ataupun secara tunai. Fungsi bukti kas masuk untuk mencatat dana kas yang masuk ke perusahaan, dana masuk ini diluar dari transaksi yang ada pada program. 2. Bukti Kas Keluar Bukti kas Keluar adalah tanda bukti bahwa perusahaan sudah mengeluarkan uang. Seperti misalnya pembayar...

Kartu Ucapan Guru: Pesan-Pesan Motivasi untuk Siswa

Menerima rapor adalah momen penting bagi setiap siswa, karena itu adalah bukti dari kerja keras mereka selama satu semester. Namun, lebih dari sekadar nilai, yang tak kalah penting adalah apresiasi dan dukungan dari guru yang dapat memotivasi siswa untuk terus berkembang. Pada artikel ini, menyajikan 16 contoh pesan positif dari guru kepada siswa yang memberikan penghargaan atas usaha mereka selama belajar. Pesan-pesan ini tidak hanya memberikan semangat, tetapi juga mengingatkan siswa untuk terus berusaha, menghargai proses, dan percaya pada potensi diri mereka. Yuk, simak contoh pesan-pesan yang menginspirasi dari guru untuk muridnya! : 1 . “Kamu hebat banget! Terima kasih sudah belajar dengan semangat di kelas ini. Jangan lupa terus berusaha dan selalu percaya diri ya. Masa depanmu cerah banget!” 2. “Wah, kerja kerasmu selama ini bikin Ibu/Bapak bangga banget. Terus rajin belajar dan jangan cepat puas ya. Kamu pasti bisa capai mimpi-mimpimu!” 3. “Kamu sudah menunjukkan perkemb...